Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental, Anak Muda Diajak Berani Bercerita

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

“Kalau mengalami perundungan di sekolah, laporkan kepada guru atau orang yang dipercaya. Jangan memendam masalah sendiri. Tetap semangat dan jangan ragu mencari bantuan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Heni Mustikaningati, menyampaikan bahwa layanan konseling yang disediakan mendapat respons dari masyarakat.

Sekitar 100 orang telah mendaftar untuk layanan konseling daring, sedangkan sekitar 20 orang datang langsung ke lokasi pada pagi hari pelaksanaan.

Bacaan Lainnya

Peserta konseling berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat yang telah berkeluarga hingga orang tua yang ingin berkonsultasi mengenai persoalan anak.

Keluhan yang banyak ditemukan pada kelompok remaja akhir hingga dewasa awal, khususnya usia 20–30 tahun, antara lain masalah asmara, kurangnya peran orang tua, tekanan pekerjaan atau burnout, serta persoalan keluarga.

Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Nabila, Sp.KJ., yang menyampaikan materi mengenai kesehatan jiwa, serta Ibnu Sina, psikolog perwakilan IPK Indonesia Wilayah Jawa Tengah, dengan materi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika membutuhkan bantuan.

Heni berharap, layanan konseling dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan tanpa takut dihakimi.

Dukungan yang tepat diharapkan membantu masyarakat memahami kondisi diri sekaligus menemukan langkah untuk menghadapi masalah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memiliki ruang untuk didengar dan mendapatkan pendampingan yang tepat. Harapannya, semakin banyak orang berani mencari bantuan dan semakin tumbuh kepedulian terhadap kesehatan jiwa,” ujarnya.***