Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menyebut bahwa ada sekitar 25 sekolah yang tengah diproses untuk menjadi sasaran regrouping. Hal ini dipertimbangkan lantaran minim siswa dan lokasinya satu kompleks.
“Saat ini masih proses komunikasi dengan korwil, tokoh masyarakat dan pihak desa. Begitu pasti, akan diserahkan ke dinas (disdikpora), untuk ditindaklanjuti,” terangnya.
Anggun menerangkan, kategori sekolah minim siswa yakni yang memiliki jumlah siswa di bawah 60 orang. Kemudian, untuk sekolah dalam satu kompleks yang dimaksud, seperti SDN 2 dan 4 Ngembalrejo di Kecamatan Bae.
“Regrouping juga menjadi salah satu solusi untuk menangani sekolah rusak yang butuh perbaikan dengan anggaran besar, dan mengatasi masalah kekurangan guru,” tambahnya.
Anggun melanjutkan, saat ini, jumlah kekurangan guru di Kabupaten Kudus sekitar 800 guru. Sedangkan untuk data kekosongan kepala sekolah ada sekitar 100 sekolah dan tersebar di sembilan wilayah kecamatan. ***
