Dalam Porprov Jateng 2026, enam atlet biliar Kudus akan mengikuti sejumlah nomor pertandingan. Di antaranya bola 9, bola 8, snooker, karom, ganda putra, dan ganda campuran.
Dari sejumlah nomor tersebut, POBSI Kudus mengandalkan nomor karom dan ganda. Para atlet yang dipersiapkan memiliki rentang usia sekitar 20 hingga 50-an tahun dan sebagian besar telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Pengalaman pada ajang sebelumnya juga menjadi modal bagi tim Kudus. Pada Porprov 2023, cabang olahraga biliar Kudus berhasil membawa pulang satu medali dari nomor karom.
Hasil tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi. Salah satu persoalan yang sebelumnya dihadapi adalah keterbatasan meja biliar berstandar pertandingan. Kini, kondisi fasilitas di Kudus mulai membaik karena sejumlah meja telah memenuhi standar.
Pradipta menyebut tingkat kesiapan tim saat ini sekitar 70 persen. Menjelang pertandingan, POBSI Kudus akan menggelar training camp (TC) selama kurang lebih satu minggu.
TC tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan sekaligus membangun kekompakan antaratlet. Hal ini penting karena sebagian atlet memiliki kesibukan pekerjaan dan aktivitas di luar kota.
“TC dilakukan untuk mengakrabkan situasi dan membangun kekompakan supaya chemistry tim ada,” jelasnya.
Untuk target, POBSI Kudus membidik medali. Perak dan perunggu menjadi target realistis, namun peluang meraih emas tetap diharapkan.
“Kami tidak muluk-muluk. Targetnya medali perak atau perunggu, syukur-syukur bisa emas,” tuturnya.
Dalam persaingan Porprov Jateng 2026, Pekalongan menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan. Pradipta menyebut daerah tersebut memiliki atlet yang telah berpengalaman di kompetisi nasional.
Dengan latihan teknis, pembinaan mental, serta TC yang akan dilakukan, POBSI Kudus berharap enam atlet mampu tampil tenang dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
“Yang penting atlet bisa fokus dan tenang saat bertanding,” pungkasnya.***
