BBM Naik, Apindo Kudus: Akan Terjadi Pergolakan Ekonomi

Harga BBM Pertamax turrun per 1 Oktober 2022 (RAHAYU)

“Kalau misalkan dari customer bisa memahami kenaikan ini tidak masalah, tapi sulit rasanya. Dengan kenaikan biaya produksi akan sulit sekali menaikkan konsumen untuk membeli sebuah produk dari perusahaan,” jelas dia.

Masih kata Bambang, untuk mengurangi kerugian yang lebih besar lagi, maka upaya yang akan dilakukan oleh perusahaan adalah mengurangi jam kerja atau mengurangi jam operasional.

“Dan secara otomatis kalau jam kerja di kurangi akan lebih merugikan, dan itulah dari aspek sosialnya. Pasti akan berdampak pada satu pendapatan, dan juga pendapatan dari pekerja itu sendiri,” beber dia.

Bacaan Lainnya

Terkait kompensasi untuk para pekerja sendiri, Bambang mengaku, tidak semua perusahaan mampu memberikan kompensasi atas dampak kenaikan BBM sendiri. Terutama perusahaan yang menggunakan BBM sebagai satu-satunya energi penggerak.

“Itu pasti akan membuat pengusaha kesulitan. Kalau perusahaan yang tidak mengandalkan BBM sebagai energi misalkan ada yang menggunakan PLN itu tidak begitu terdampak, mungkin bisa memberikan kompensasi,” tandasnya.

Bambang pun mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kudus untuk melakukan penghematan di segala bidang. Pihaknya juga mengimbau agar menekan biaya produksi untuk semua sektor industri supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya. ***