BBM Naik, Apindo Kudus: Akan Terjadi Pergolakan Ekonomi

Harga BBM Pertamax turrun per 1 Oktober 2022 (RAHAYU)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah telah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non subsidi sejak tanggal 3 September 2022. Harga BBM subsidi jenis pertalite dari Rp 7.650 per liter dengan harga baru kini menjadi Rp 10.000 per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, serta BBM non subsidi jenis pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus Bambang Sumadiyono menyebut, jika kenaikan harga BBM ini dirasa kurang tepat. Pasalnya, selama kurang lebih 2 tahun lamanya negara ini terdampak pandemi Covid-19.

Pihaknya menilai, kenaikan harga BBM tersebut akan berdampak pada sisi ekonomi di Kabupaten Kudus maupun kabupaten-kabupaten lain di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya kenaikan BBM ini kurang tepat. Kita habis terkena pandemi Covid-19 selama kurang lebih 2 tahun, kita baru pemulihan ekonomi. Kemudian khususnya dari UMKM ini kan terimbas juga dari kenaikan harga minyak goreng, baru pemulihan ini langsung diterpa lagi dengan kenaikan BBM. Semuanya akan terjadi kenaikan harga. Ini dari sisi dampak ekonomi.” kata dia saat ditelepon zonanews, Senin, 14 September 2022.

Disamping berdampak pada ekonomi, lanjut Bambang, juga berdampak pada aspek sosial. Karena kenaikan BBM ini akan mendorong naiknya inflasi, dan akan mengganggu upaya-upaya pemulihan ekonomi.

Misalnya, dampak kenaikan BBM akan dirasa berat oleh para perusahaan yang mengandalkan BBM sebagai salah satu dari energi utama. Karena mereka akan terbebani dalam biaya produksi. Sedangkan harga jual dari produksi itu sendiri belum tentu seiring dengan kenaikan barang.