Bantu Entaskan Kemiskinan di Kudus, PT Djarum Renovasi hingga Bangun Rumah Sederhana Layak Huni Senilai Rp 5 Miliar

Foto bersama usai peresmian rumah sederhana layak huni yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus pada Kamis, 12 Desember 2024. (Nila/Zonanews.id)

Hasan Chabibie melanjutkan, total rumah belum layak huni di Kabupaten Kudus sampai saat ini ada sekitar 6.000 hunian. Terbagi atas hunian yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak riang.

Untuk yang masuk kategori rusak berat, menurut Hasan ada sekitar 600 hunian.

Dari informasi yang didapatnya, pada tahun 2025 PT Djarum rencananya akan kembali membantu Pemkab Kudus dalam program RSLH.

Bacaan Lainnya

Bahkan di tahun depan, minimal 300 hunian akan dibantu PT Djarum untuk diperbaiki ataupun dibangun ulang menjadi rumah yang layak huni.

“Semoga semuanya sukses dan berjalan lancar serta manfaatnya terasa. Hitungan saya, dengan dimulai 300 hunian bantuan PT Djarum, bisa mempercepat proses pengentasan kemiskinan di Kudus,” terangnya.

Deputy General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan program kolaboratif RSLH yang dijalankan bersama Bappeda Kabupaten Kudus dan Dinas PKPLH Kudus ini merupakan kelanjutan dari Juli 2024 lalu yang merenovasi dan membangun ulang 80 rumah di Kabupaten Kudus dengan total anggaran tak kurang dari Rp 4 miliar.

Lewat program ini, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Nyaman.

Budiharto menyampaikan, program renovasi rumah ini tidak lepas dari upaya PT Djarum untuk ambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem agar masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan memiliki rumah yang layak huni.

“Khusus di Kudus yang merupakan kantor pusat kami, kegiatan ini adalah upaya PT Djarum dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kota Kretek,” ucap Budiharto.

Selain PT Djarum, bantuan RSLH kali ini juga berasal dari Kopi Tubruk Gadjah. Adapun rinciannya yaitu sebanyak 76 rumah dari PT Djarum, dan 24 rumah dari Kopi Tubruk Gadjah (PT Sumber Kopi Prima).

Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.

“Ini merupakan bentuk komitmen dari PT Djarum untuk menyukseskan program RSLH. Secara bertahap dan berkelanjutan, kami akan terus menjalankan program ini di berbagai kabupaten Jawa Tengah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat. Kami beraharap agar program tahun depan berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas Budiharto.

Sejak tahun 2022, tercatat PT Djarum lebih dulu telah melakukan renovasi maupun membangun ulang sebanyak 270 rumah di berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Program ini telah menyasar empat kabupaten yaitu Kudus (215 rumah), Pemalang (20 rumah), Blora (15 rumah), Demak (10 rumah), Rembang (5 rumah) dan Grobogan (5 rumah).

Di tahun 2025, PT Djarum berencana melanjutkan program RSLH ke 350 rumah yang meliputi 300 rumah di Kudus (200 rumah dari PT Djarum dan 100 rumah dari Polytron), 30 rumah di sekitar Kudus, 20 rumah di Jawa Tengah.***