Tak hanya unggul secara kolektif, Bangau Ruyung Kudus juga mencetak prestasi individual melalui penghargaan pesilat terbaik di masing-masing kelompok usia. Di kategori usia dini, gelar pesilat terbaik diraih oleh Talitha Aina Zahra di kelas F putri.
Untuk kategori pra-remaja, penghargaan tersebut diraih oleh Gendis Aenadi Hawa kelas G putri. Sedangkan untuk kategori remaja, Sazkia kelas A putri dinobatkan sebagai pesilat terbaik berkat penampilan konsisten dan teknik bertarung yang mengesankan.
Mas’ud menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari komitmen seluruh elemen di Perguruan Silat Bangau Ruyung, mulai dari pelatih, atlet, hingga orang tua yang mendukung proses latihan.
Ia berharap hasil ini menjadi bekal positif menjelang keikutsertaan mereka di ajang POPDA yang akan digelar akhir Mei hingga pertengahan Juni mendatang.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Target kami ke depan adalah membawa nama Kudus berjaya di ajang-ajang regional dan nasional lainnya,” terangnya.
Dengan torehan ini, Bangau Ruyung Kudus tak hanya pulang dengan gelar juara umum, tapi juga dinobatkan sebagai Juara Favorit I atas dasar total medali emas yang diraih.***
