“Sehingga kekhawatiran masyarakat terhadap banjir yang biasanya di penghujung tahun sampai awal tahun baru, bisa tereduksi,” katanya.
Melalui pembangunan drainase ini, Dinas PUPR Kudus memperkirakan genangan air yang muncul di perempatan Jember saat musim penghujan, bisa tereduksi sekitar 15-20 persen.
Meski belum maksimal, upaya ini diharapkan bisa meminimalisir genangan air. Mengingat ruas Jalan Kudus-Kaliwungu sangat panjang dan nantinya akan dibangun drainase sepanjang jalan tersebut secara bertahap.
Setelah dari Jalan Kudus-Kaliwungu tahap pertama ini, Dinas PUPR Kudus juga akan membangun drainase di Jalan KH Subchan ZE atau perempatan Jember ke selatan.
Lebih lanjut, agar jalan tidak bergelombang setelah dibangun drainase di bawahnya, Dinas PUPR akan memasang inlet dengan baik.
Ke depan, bahu jalan juga akan dirapikan agar tidak ada rumput maupun tanaman liar yang tumbuh, sehingga tidak ada sampah yang menyumbat aliran air.
“Di sisi lain, kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kudus agar tidak membuang sampah di sepanjang jalan,” pesan Harry.
Masih kata Harry, ada sejumlah pembangunan drainase yang dilakukan Dinas PUPR Kudus pada tahun anggaran 2025 ini.
Selain ruas Jalan Kudus-Kaliwungu, juga ada di Jalan Subchan ZE, Jalan Mlati-Gulang, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pedawang-Dersalam dan semuanya merupakan proyek strategis daerah tahun 2025.***
