KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, ada sekira 400-an bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (bblr), terhitung mulai awal Januari hingga September 2023.
Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada DKK Kudus, Muslimah menyampaikan, dari jumlah kasus bayi dengan bblr tersebut, ada sekira 70-an bayi diantaranya yang telah dinyatakan meninggal dunia.
“Kalau tahun kemarin itu kasusnya sekuta 540-an bayi yang lahir dengan bblr, semoga sampai akhir tahun ini nanti angkanya bisa turun,” ujarnya, Rabu, 18 Oktober 2023.
Dikatakan bayi lahir dengan bblr itu, bila memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram. Sedangkan, apabila lahir dengan berat badan dibawah 1500 gram maka dinyatakan berat badan lahir sangat rendah (bblsr).
“Idealnya bayi lahir kan lebih dari 2.500 gram, kalau kirang dari segitu itu nanti bblr,” terangnya.
Muslimah menyampaikan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gagal hamil. Diantaranya, faktor dari sang calon ibu yang memang dinyatakan tidak layak hamil namun masih memaksakan hamil.
“Jadi ada ibu yang tidak layak hamil tapi masih hamil, misalnya punya penyakit penyerta seperti jantung, dimabetes millitus, kanker, dan lainnya. Jadi kalau tidak sekali diakhiri, malah ibunya yang bisa sampe meninggal,” tuturnya.
