Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Elhamangto Zuhdan menilai momen pengucapan sumpah menjadi awal perjalanan profesional para apoteker dalam melayani masyarakat.
“Ini merupakan langkah besar dalam karier teman-teman semua. Jalankan tugas dengan integritas dan profesionalisme agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, profesi apoteker memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pelayanan kesehatan. Karena itu, integritas dan etika profesi harus selalu dijaga selama menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto juga menegaskan bahwa sumpah apoteker bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari pengabdian sebagai tenaga kesehatan profesional.
“Seorang apoteker tidak hanya dituntut memahami pengelolaan obat, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Ini awal dari profesionalisme yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia berharap lulusan Profesi Apoteker UMKU mampu menjadi tenaga kesehatan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan etika Islami yang kuat.
“Keberhasilan bukan hanya tentang jabatan atau materi, tetapi sejauh mana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkas Edy.***
