KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus terus melakukan upaya transformasi kesehatan untuk mewujudkan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Kretek.
Beberapa upaya pun telah dilakukan dan ada pula yang tengah disiapkan oleh DKK Kudus. Baik itu dalam hal sarana dan prasaran (sarpras) kesehatan, pelayanan maupun SDM di bidang kesehatan.
Kepala DKK Kudus, Andini Aridewi menyampaikan, saat ini ada ada 8 rumah sakit umum yang ada di Kudus. Dimana, 7 rumah sakit diantaranya sudah akreditasi, dan satu rumah sakit terngah proses akreditasi.
“Ini untuk meningkat mutu dan kualitas kesehatan di faskes. Kalau bicara akses, untuk jangkauan ke rumah sakit termasuk dengan SDM yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, kita sudah kesana,” katanya.
Pihaknya juga terus melakukan upaya dalam menguatkan jaringan maupun jejaring kesehatan hingga tingkat desa, agar masyarakat bisa lebih mudah dalam mendapatkan layanan.
Kegiatan semacam posyandu dan skrining kesehatan juga dilakukan secara terus-menerus. Selain memberikan pelayanan terhadap orang sakit, faskes di Kudus juga memberikan edukasi tentang pola hidup sehat.
“Khusunya di puskesmas yang mempunyai fungsi pembinaan kesehatan di seluruh jaringan dan jejaring,” imbuhnya.
Lebih lanjut, untuk mewujudkan layanan yang prima kepada masyarakat, DKK Kudus juga mengadakan Forum Komunikasi Publik (FKP) dengan mengusung tema Transformasi Kesehatan untuk Kudus Sehat.
FKP ini juga merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus di @hom Hotel pada Jumat, 10 November 2023.
“Harapannya dengan FKP ini akan muncul masukan dari seluruh kalangan yang kita undang hari ini, untuk bisa sama-sama mewujudkan transformasi kesehatan, termasuk ILP di Kudus,” tukasnya. ***
