Di samping itu, Hartopo juga mengecek kondisi pengungsi yang didominasi perempuan, lansia dan anak-anak. Dirinya berbincang dengan pengungsi lansia.
“Alhamdulillah, Pak, saya kondisinya baik, tapi ya rumah saya kebanjiran, Pak,” tutur Pak Kardi, salah satu lansia yang berbincang dengan Hartopo.
Pihaknya lantas meninjau dapur umum. Setelah mengamati bahan-bahan yang ada, tanpa canggung dirinya membuat telur dadar dengan peralatan seadanya. Beberapa warga antusias dengan ide spontan Hartopo.
“Ya, Bu, saya memang biasa masak telur dadar. Sederhana, tapi enak. Monggo bisa disantap. Mohon maaf ini ala kadarnya,” ucapnya kepada salah satu pengungsi. Jawaban tersebut disambut dengan tawa para pengungsi.
“Boten nopo-nopo (tidak apa-apa), Pak. Telur dadarnya sudah istimewa,” respon salah satu pengungsi.***
