Namun, jenis satwa maupun usia fosil masih harus dipastikan melalui penelitian lebih lanjut di laboratorium.
“Hasil identifikasi sementara menunjukkan fosil ini merupakan bagian tulang belakang fauna berukuran besar. Untuk memastikan jenis hewan dan usianya masih diperlukan penelitian lanjutan di laboratorium,” kata Bagas.
Tim peneliti menduga fosil tersebut berasal dari satwa purba berukuran besar, seperti gajah purba jenis Elephas atau fauna besar lainnya.
Fosil diperkirakan terbawa arus banjir pada masa lampau, kemudian mengendap di aliran Kali Piji hingga akhirnya ditemukan warga.
Penemuan ini semakin memperkuat bukti bahwa kawasan Patiayam dan sekitarnya masih menyimpan kekayaan peninggalan prasejarah yang memiliki nilai ilmiah tinggi.
Selama ini, kawasan Patiayam dikenal sebagai salah satu situs purbakala penting di Indonesia yang telah menghasilkan berbagai temuan fosil fauna purba.
Melalui penelitian lanjutan, BRIN berharap dapat mengungkap jenis satwa, usia fosil, serta kondisi lingkungan purba saat fosil tersebut masih menjadi bagian dari ekosistem yang pernah berkembang di kawasan Patiayam.
Temuan ini juga membuka peluang ditemukannya fosil-fosil lain yang dapat melengkapi data ilmiah mengenai kehidupan fauna purba di Kabupaten Kudus.***
