Warga Sidorekso Kudus Protes, Nilai Tes Seleksi Perangkat Desa Tiba-tiba Berubah

Miftahul Huda saat menunjukkan bukti kartu peserta tes seleksi perangkat desa istrinya, Erfana Setyaningrum. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Hasil tes seleksi perangkat desa (Perades) di Kabupaten Kudus banyak diprotes para peserta. Salah satunya yang dilakukan warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Miftahul Huda.

Nasib tak mengenakan dirasakan istrinya yang bernama Erfana Setyaningrum. Telah mengikuti tes seleksi perangkat desa dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang difasilitasi oleh Universitas Padjadjaran (Unpad), nilai sang istri tiba-tiba berubah.

Huda menceritakan, pengumuman hasil nilai tes sang istri baru diketahui setelah tiga jam tes dilakukan. Hal ini cukup ganjal menurutnya. Sebab, tes CAT seharusnya nilai bisa langsung diketahui saat itu juga ketika peserta selesai mengerjakan soal.

Bacaan Lainnya

“Istri saya ikut yang sesi ketiga, yang sesi pertama dan kedua itu hasilnya bisa diketahui 15 menit setelah tes. Tapi yang sesi ketiga itu hampir tiga jam hasilnya baru keluar,” ungkapnya, Rabu, 15 Februari 2023.

Di pengumuman pertama, istri Huda diketahui mendapat skor paling tinggi di formasi yang dipilih yakni Kepala Seksi Kesra. Yakni dengan skor 370,70.

Namun selang sekitar satu jam, ada pengumuman baru terkait hasil seleksi tersebut. Tidak disangka, skor sang istri tiba-tiba berubah di pengumuman terakhir.

Skor Erfana dikatakan Huda berubah menjadi 337,25 dan bukan lagi istrinya yang mendapatkan nilai tertinggi. Seseorang bernama Risnanda Agum Nugroho tiba-tiba mendapat skor tertinggi menjadi 366,00 dari yang awalnya 331,35.

Sontak, hal ini membuat Huda kaget dan marah. Mempertanyakan alasan mengapa tiba-tiba skor bisa berubah, padahal tes berbasis komputer atau CAT.