KUDUS, ZONANEWS.ID – Sejumlah warga melayangkan protes terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Menara turut Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Sedikitnya ada 90 warga dari dua desa yang melayangkan protes tersebut, yakni dari Desa Kauman dan Desa Langgardalem, yang merasa dirugikan sejak adanya keberadaan PKL liar di sepanjang Jalan Menara.
Pasalnya, banyak sampah berserakan bekas dari para pedagang hingga ditemukan adanya bekas kencing di sejumlah tembong gang-gang desa. Bahkan di tembok masjid Desa Langgardalem juga ditemukan adanya bekas kencing.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Desa Langgardalem, Dimas Agus, yang ikut melayangkan protes keberatan dengan keberadaan PKL di Jalan Menara, bersama warga lainnya di Balai Desa Kauman, Kamis, 17 September 2024.
“Sampahnya kalau malam (selesai berdagang) itu banyak. Memang ada yang bertanggungjawab (membersihkan sampah), tapi ada juga yang dibiarkan. Selain itu, ada juga yang kencing di tembok, bahkan di tembok masjid,” ucapnya.
Ia tidak menyatakan secara spesifik bahwa bekas kencing tersebut adalah ulah dari PKL. Namun, sejak adanya keberadaan PKL di Jalan Menara, dampak negatif seperti bekas kencing di tembok-tembok mulai ada.
Dimas juga menjelaskan bahwa tidak jarang terjadi adanya perseteruan antara warga setempat dengan para PKL. Parahnya, bahkan perseteruan juga terjadi antar sesama PKL yang saling memperebutkan tempat berjualan.
