Warga Keluhkan Sejak Ada PKL di Jalan Menara, Banyak Sampah hingga Bekas Kencing di Tembok

Suasana di sepanjang Jalan Menara turut Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Pada cek cok gitu kan tidak sopan, apalagi di desa orang,” tandasnya.

Pihaknya pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bisa lebih tegas untuk menertibkan wilayah Jalan Menara, terlebih area tersebut merupakan zona merah bagi PKL. Sehingga, area menara bisa kondusif seperti tahun 2019 lalu.

“Kalau penginnya kami karena zona merah ya dibersihkan semua (dari PKL), tapi kalau ada kaki lima minta harusnya dibatasi. Itu ada PKL itu sekitar tahun 2019, awalnya sedikit terus jadi banyak sampai sekarang,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno mengatakan bahwa larangan untuk PKL berjualan di Jalan Menara telah ditindak tegas pada 3 Oktober 2024 dengan menggandeng Satpol PP Kudus.

Namun, pada kenyataan masih ada PKL liar yang bandel dan tetap berjualan di area zona merah tersebut. Pihaknya pun akan kembali menegaskan larangan tersebut, dengan patroli gabungan yang akan dimulai pada 21 Oktober 2024.

“Kita memberikan ancang-ancang kepada PKL untuk pindah, Senin kita ada mobil patroli, kalau masih ada yang bandel maka sesuai perda yang berlaku, bisa sanksi, razia Satpol PP, atau dengan Polres kendaraannya ditilang,” terangnya.

Imam menghitung, sedikitnya ada 76 PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Menara pada hari ramai ziarah atau Kamis malam. Patroli penegakan perda akan dilakukan mulai pagi, kemudian di waktu sore hingga malam hari. ***