“Saya ke dapur untuk mengecek suara, tak kira anak perempuan ku. Ternyata wanita tak dikenal mau masak,” imbuhnya.
Merasa tidak mengenal wanita itu, Yuliadi pun langsung mengusir wanita tersebut untuk pergi dari rumahnya.
Tak berselang lama, Yuliadi pun mendengar keributan di wilayah RT sebelahnya. Ternyata, perempuan yang sempat masuk ke rumahnya berulah lagi. Bahkan, saat itu perempuan itu ambil motor salah satu warga yang tengah berkumpul di depan teras.
”Jadi itu, orangnya baru kumpul didepan rumah, ada motornya juga malah diambil, tapi bisa ditangkap. Orangnya diajak komunikasi tidak bisa dan dibiarkan saja sama warga,” imbuhnya.
Tak berhenti sampai disitu saja, beberapa saat hari setelahnya pun, wanita yang diduga dengan gangguan jiwa itu kembali berulah di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati Kudus.
Saat dimintai keterangan, Kades Ngembal Kulon, Moh Khanafi menyebut, perempuan itu masuk ke rumah warga hingga masuk ke kos – kosan juga.
“Tiba-tiba masuk ke rumah warga, tapi tidak ambil apa-apa. Masuk ke kosan malah seadanya pakaian yang di kos itu di cuci semua, tapi tidak dijemur. Ditaruh seenaknya. Ambil pakaian seenaknya juga terus dipakai. Saya kira memang orang gangguan jiwa, kalau dari bicaranya bukan orang Kudus,” ungkapnya.
Pihaknya pun sempat melaporkan perempuan itu ke kepolisian setempat, namun memang benar ternyata orang tersebut mengalami gangguan jiwa dan kemudian dilaporkan ke Satpol PP dan saat ini sudah diamankan.***
