Wamenkes Sebut Jawa Tengah Tertinggi Nasional, 18 Juta Penduduk Sudah Ikuti CKG


Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Benyamin Paulus Oktavianus, meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Lambao Qudsiyyah, Kabupaten Kudus, Selasa, 13 Oktober 2026. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Persoalan kita pencegahan. Oleh karena itu, cek kesehatan gratis itu dilakukan supaya masyarakat datang untuk memeriksakan kesehatannya,” katanya.

Wamenkes juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Bagi masyarakat yang memiliki kondisi tertentu, seperti hipertensi atau kadar gula darah tinggi, pemeriksaan perlu dilakukan lebih rutin sesuai anjuran tenaga medis.

Pemerintah menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029. Namun, target tersebut tidak hanya berorientasi pada bertambahnya usia, melainkan juga pada kualitas hidup yang lebih sehat.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita sudah lebih dari 105 juta orang yang CKG. Melalui kesempatan seperti ini, saya meminta tolong melalui media disebarkan sehingga masyarakat Indonesia datang untuk cek kesehatan, enggak untuk sakit, untuk mencegah sakit,” tegas Benyamin.

Salah satu siswa di MA Qudsiyyah Putri, Hanum Lu’lu’ Malihah mengaku sudah pernah mengikuti program CKG sebelumnya. Kali ini, ia mendapatkan pemeriksaan diri mulai dari tekanan darah, berat badan, tinggi badan hingga gigi.

“Tidak ada keluhan cuma giginya kelebihan satu. Tapi keseluruhan hasilnya bagus,” tuturnya.

Ia mengaku senang dengan program CKS yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto karena dapat membantu lebih diri mendeteksi penyakit. Para tenaga kesehatan juga memberikan edukasi agar bisa menjaga kesehatan dengan baik. ***