Jawaban pihak universitas juga mulai disampaikan ke tiap desa yang mengajukan sanggahan. Kepada setiap pihak yang merasa dirugikan dengan penyelenggaraan ujian oleh Unpad, mereka bisa mengakses laman jawaban Unpad. Di mana di dalamnya terdapat penjelasan mengenai semua permasalahan yang ada.
“Surat jawaban sudah muncul. Silakan nanti yang memiliki kewenangan untuk melihat itu. Membuktikan bahwa tidak ada pengkondisian atau secara sengaja kami merubah apapun itu,” terangnya.
Bahkan Ramadhan juga mempersilakan bila ingin melakukan digital forensik terkait kecurangan-kecurangan yang disangkakan.
Kemudian menanggapi alasan Unpad menggunakan sistem skoring tapi bukan nilai seperti yang lainnya, hal itu tidak ada bedanya. Meskipun tidak menggunakan passing grade 60, hal itu tidak mempengaruhi apapun menurut perwakilan Unpad.
Skor akumulatif yang digunakan Unpad tidak berbeda dengan sistem nilai.
Seperti yang diketahui, banyak peserta ujian Perades di Kudus yang protes terkait hasil ujian yang difasilitasi Unpad. Pasalnya ada beberapa kesalahan yang terlihat nyata. Seperti nilai yang tidak real time ada ada beberapa skor yang tiba-tiba berubah.
Banyak peserta yang berbondong-bondong mengajukan sanggahan kepada pihak panitia seleksi di desa untuk bisa disampaikan ke perguruan tinggi.***
