Tren Investasi Meningkat, Bupati Kudus Ajak Warga Manfaatkan THR untuk Nabung Emas

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris contohkan nabung emas melalui aplikasi digital PT. Pegadaian. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

“Setelah Lebaran, rata-rata ada sekitar 80 sampai 100 nasabah yang datang setiap hari dengan berbagai keperluan transaksi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, layanan yang paling diminati meliputi gadai, perpanjangan, penebusan, hingga investasi emas. Selain itu, tren pembelian emas baik secara angsuran maupun pembelian langsung juga terus menunjukkan peningkatan.

“Sekarang kami dorong penggunaan aplikasi agar transaksi lebih praktis. Hampir semua layanan bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke outlet,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Melalui aplikasi tersebut, nasabah memiliki fleksibilitas dalam mengelola asetnya, mulai dari mencetak emas fisik, menggadaikan, mendepositokan, hingga menjual kembali sesuai kebutuhan.

Pegadaian juga menghadirkan produk deposito emas yang menawarkan keuntungan ganda, yakni imbal hasil sekitar 1 persen serta potensi kenaikan harga emas selama masa simpan.

Di sisi lain, fluktuasi harga emas justru dinilai menjadi peluang bagi investor. Dalam sehari, harga emas dapat berubah beberapa kali, membuka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Lonjakan transaksi pun terlihat cukup signifikan. Dalam satu hari, pembelian emas bisa mencapai 900 gram, bahkan selama Januari lalu totalnya hampir menyentuh 3 kilogram.

Secara nasional, tren investasi emas juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Data Pegadaian mencatat, hingga akhir Maret 2026, pembelian Tabungan Emas meningkat hingga 137,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Endang menambahkan, jumlah pengguna aplikasi Pegadaian kini telah menembus angka 10 juta, yang didominasi oleh generasi muda.

“Ini menunjukkan minat masyarakat, terutama generasi muda, semakin tinggi terhadap investasi digital,” pungkasnya.***