KUDUS, ZONANEWS.ID – Tren kenaikan harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 berdampak langsung pada meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi.
Kondisi tersebut mendorong kinerja Pegadaian Cabang Kudus melampaui target yang telah ditetapkan.
Pemimpin Cabang Pegadaian Kudus, Endang Sulastri, mengatakan realisasi kinerja sepanjang tahun 2025 mencapai 160 persen dari target.
Menurutnya, lonjakan harga emas membuat masyarakat semakin percaya menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi yang aman.
“Alhamdulillah, capaian kami di tahun 2025 bisa menembus 160 persen dari target. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga emas yang cukup tinggi di akhir tahun lalu,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, hingga periode Januari–Februari 2026, total investasi emas masyarakat melalui Pegadaian Kudus tercatat sekitar 4,2 kilogram.
Sementara itu, posisi outstanding loan (OSL) atau total pinjaman yang masih berjalan telah mencapai Rp240 miliar, melampaui target awal sebesar Rp239 miliar.
“Angka Rp240 miliar itu merupakan posisi pinjaman yang sedang berjalan dari seluruh produk kami, bukan akumulasi pencairan dalam satu periode tertentu,” jelas Endang.
Saat ini, Pegadaian Kudus mengoperasikan tujuh outlet yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus, mulai dari kantor cabang hingga unit pelayanan di Jekulo, Mejobo, Prambatan, Pasar Wates, serta layanan co-location di BRI.
