Menurutnya, betonisasi jalan menjadi sasaran fisik utama karena dinilai sangat dibutuhkan warga dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
“Dengan betonisasi jalan sepanjang 450 meter ini, kami berharap akses masyarakat menjadi lebih lancar dan berdampak pada peningkatan perekonomian desa,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, serta edukasi pemberdayaan masyarakat.
Yuusufa menambahkan, TMMD merupakan program rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun sebagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Kami secara rutin melaksanakan TMMD Sengkuyung. Ini yang kedua di tahun 2026. Tujuan utamanya adalah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta menciptakan kondisi wilayah yang kondusif,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan jalan di Desa Gondoharum dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas warga akan semakin cepat dan semangat beraktivitas meningkat, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.***
