KUDUS, ZONANEWS.ID – Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan pendampingan untuk meningkatkan nilai produk unggulan UMKM yang ada di Lereng Gunung Muria.
Produk yang diberdayakan yakni kopi robusta muria dan parijoto. Para pelaku UMKM di Lereng Muria didampingi untuk mengurus sertifikasi halal, dan penciptaan diversifikasi maupun inovasi produk yang telah dikembangkan.
Atas hal tersebut, Tim Dosen UMK, berhasil memboyong dua penghargaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (DRTPM Dirjen Diktiristek Kemendikbud).
Penghargaan tersebut yakni sebagai Pelaksana Terbaik dan Presentasi Terbaik pada acara Seminar Hasil Program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2023.
Penghargaan tersebut telah diterima oleh Tim Dosen UMK, bertempat di Universitas Surabaya pada Jumat, 1 Maret 2024 kemarin.
“UMKM di lereng gunung Muria masih minim pengetahuan tentang pentingnya sertifikasi halal produk dan penciptaan diversifikasi maupun inovasi produk, hal tersebut lah yang melatar belakangi kami untuk membantu para pelaku UMKM yang ada di daerah Gunung Muria ini,” ucap Rozaq M. Yasin, selaku Ketua Pelaksana Tim Dosen Pengabdian Masyarakat UMK.
Selama ini, terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pengusaha olahan kopi dan parijoto yang ada di Kudus. Mulai dari branding, legalitas,sertifikasi halal, diversifikasi produk, hingga olahan produk yang lebih modern.
“Dengan menyelesaikan permasalahan tersebut nilai jual dari produk UMKM bisa bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ucap Yasin.
Maka dari itu, Tim Dosen UMK melakukan upaya sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal produk, Pelatihan inovasi produk baru seperti kopi parijoto, teh parijoto, teh cascara, serta melakukan Pelatihan SDM melalui pre-test dan post-test.
“Produk Unggulan Lereng Gunung Muria sangat berpotensi memiliki nilai jual yang lebih tinggi, seperti Kopi Parijoto, Teh Parijoto, dan Teh Cascara”, jelas Yasin.
Bila produk UMKM itu dikembangkan dengan baik dapat membantu mensejahterakan para pelaku usaha dan produk Kudus semakin dikenal. Tentunya, dengan riset dan manajemen yang baik mulai dari pengusahanya.
“Sebagai contoh salah satu produk olahan yang unik seperti cascara belum termanfaatkan dengan baik, cascara merupakan kulit kopi yang dapat di olah sebagai teh,” tambahnya. ***
