Tim MilkLife Shakers dan HydroPlus Strikers Jalani TC di Kudus Jelang JSSL Singapore 7’s 2025

Tim MilkLife Shakers (U-12) dan HydroPlus Strikers (U-14), tengah menjalani pemusatan latihan intensif di Supersoccer Arena, Kudus. (Foto: Istimewa)
Latihan fisik ice bath oleh Tim MilkLife Shakers (U-12) dan HydroPlus Strikers (U-14), di tengah menjalani pemusatan latihan intensif di Supersoccer Arena, Kudus untuk persiapan JSSL Singapore 7’s 2025. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Waktu latihan sangat terbatas. Ini jadi tantangan tersendiri karena saya harus melatih dua tim sekaligus dengan pendekatan yang berbeda,” jelas Timo.

Ia menambahkan bahwa sesi terakhir akan digelar Senin, 14 April 2025, sebelum bertolak ke Singapura keesokan harinya. Menurutnya, fokus utama selama TC adalah pembentukan karakter bermain serta peningkatan kerja sama tim dalam waktu singkat.

Timo tidak bekerja sendirian. Ia didampingi Asep Sunarya sebagai asisten pelatih kepala, Maya Susmita untuk U-12, Yayat Hidayat di U-14, serta Edi Supriyanto yang menjabat sebagai manajer tim.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak menekankan pada kemenangan, tapi bagaimana anak-anak bisa belajar pola, memperbaiki teknik individu, dan tampil percaya diri,” ungkap Timo yang memiliki pengalaman melatih di berbagai level usia.

Timo menegaskan bahwa target utama bukan soal gelar juara. Ia lebih menekankan pada evaluasi kemampuan serta potensi pemain dalam menghadapi atmosfer kompetisi internasional.

“Kami ingin tahu sejauh mana kualitas mereka dibandingkan dengan tim dari negara lain. Targetnya adalah mencetak pemain bintang di masa depan,” ucapnya tegas.

Amanda Fitriani, pemain HydroPlus Strikers, mengaku semakin percaya diri jelang keberangkatan ke Singapura. Ia merasa sudah memiliki chemistry yang kuat dengan rekan-rekannya berkat latihan intensif selama TC.

“Kami sudah kompak dan siap menjalankan instruksi pelatih. Mental kami juga sudah terasah lewat berbagai turnamen sebelumnya,” ujar siswi SD 703 Pajagalan Bandung berusia 13 tahun itu.

Hal serupa diungkapkan Rara Zenita Fatin dari tim MilkLife Shakers. Striker asal Jepara itu mengaku sudah siap berkompetisi dan tak kesulitan beradaptasi dengan pemain lain.

“Saya merasa lebih siap, karena pelatih banyak memberi arahan tentang cara bermain yang tenang dan menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Untuk diketahui, JSSL Singapore 7’s adalah kompetisi sepak bola remaja premier Asia yang menampilkan talenta muda dari lebih 450 tim di 17 negara. Terdapat 11 kelompok usia laki-laki mulai dari U-7 sampai U-16 dan Pro Academy Boys U-16, serta empat kelompok usia perempuan U-10, U-12, U-14, U-16 dan Pro Academy Girls U-16.

Setiap tim akan bertanding pada fase grup pada dari hari pertama hingga hari ketiga, lalu empat tim teratas di setiap grup akan lolos ke tahap Cup Knock Out atau fase gugur untuk memperebutkan trofi juara di hari terakhir.

Selain dari Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Filipina, terdapat pula tim JSSL Singapore 7’s yang berasal dari China, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Kamboja, Taiwan, Jepang, hingga Australia.

Sedangkan untuk Pro Academy Girls U-16 juga diikuti oleh tim Persib Bandung (Indonesia), Sporting Lisbon (Portugal), Chonburi (Thailand), Urawa Reds (Jepang), JSSL FC (Singapura), serta Valencia CF dan Villarreal CF (Spanyol).

Lalu Pro Academy Boys U-16 dihuni oleh tim BG Pathum (Thailand), Borussia Dortmund (Jerman), Melbourne City (Australia), Persib Bandung (Indonesia), Tottenham Hotspur (Inggris), serta Valencia CF dan Villarreal CF (Spanyol). ***