KUDUS, ZONANEWS.ID – Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan belum maksimalnya penegakan hukum masih menjadi momok dan persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia hingga kini.
Primi Rohimi, dosen Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Kudus mengatakan, media massa berperan penting dan strategis untuk memengaruhi dan membangun opini publik melalui pemberitaan khususnya dalam kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Media sangat penting memberikan ruang pada semua pihak untuk bersuara dengan informasi yang mencerahkan,” jelas Primi Rohimi, dalam ekspose penelitian bertajuk “Narasi Ulama Perempuan di Media Online Lokal”, baru-baru ini.
Primi yang juga Ketua Tim Peneliti ini mengungkapkan, fenomena tersebut melatarbelakangi kajian studi media di tingkat lokal yang dilakukan dengan tujuan mengetahui konstruksi teks pemberitaan kekerasan terhadap perempuan yang dihadirkan di media online lokal selama periode Juni 2022 – Juni 2023, menilik pekerja media dalam memproduksi teks berita, dan menggali keterkaitannya dengan konteks sosiokultur lokal.
“Para pekerja media sangat memahami proses produksi berita seperti identifikasi narasumber yang kredibel dan mampu menganalisis berbagai fakta, isu serta data dari perspektif gender dan HAM secara terstruktur,” lanjutnya.
Yang menarik dalam penelitian ini, tim peneliti mencoba spesifik menyoroti keterlibatan ulama perempuan dalam teks berita dan narasinya dalam menyuarakan isu kekerasan terhadap perempuan.
Ulama perempuan yang dimaksud dalam konteks gerakan keadilan gender di Indonesia merupakan individu, kelompok atau organisasi yang bergerak pada pemberdayaan perempuan baik dari kalangan akademisi, praktisi dan aktivis organisasi keagamaan, praktisi pemberdayaan di akar rumput, bahkan para aktivis gender yang jelas rekam jejak dalam pengarusutamaan isu untuk ditempatkan menjadi narasumber berita dan diberi ruang bersuara di media guna membangun narasi pemberitaan berperspektif gender.
