KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan sejumlah langkah untuk menekan angka inflasi, salah satunya memanfaatkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari pendapatan APBN untuk daerah.
Bupati Kudus, HM Hartopo mengungkapkan, di tahun 2022 Kabupaten Kudus mendapatkan DAU sebesar Rp 740 miliar. Dua persen dari dana tersebut, direncanakan akan digunakan untuk menghindari inflasi terjadi di Kudus.
Dua persen dari DAU tersebut untuk bantuan langsung tunai (BLT), termasuk BLT untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru-baru ini mengalami kenaikan harga cukup tinggi.
“Serta komoditi (bahan pokok) yang lagi naik, kita perlu kucurkan bantuan. Nanti akan kita (Bupati bersama unsur Forkopimda) rembuk bersama,” ungkap Hartopo pada Rabu, 7 September 2022.
Namun untuk jumlah bantuan, Hartopo tidak bisa memastikan. Apakah dua persen yang dimaksud sebelumnya dari DAU akan dipotong terlebih dahulu sebesar 10 persen untuk Alokasi Dana Desa (ADD), ataukah tidak.
“Besarannya kita lihat DAU kita. Tapi apakah dikurangi ADD sepuluh persen dulu atau bagaimana, kita juga belum tahu,” katanya.
Sejauh ini dari laporan yang diterimanya, selain BBM yang harganya naik, beberapa bahan pokok juga mengalami kenaikan harga. Salah satunya cabai yang harganya naik luar biasa.
Meski demikian, kenaikan harga cabai menurutnya terjadi karena ketersediaan barang yang minim. Selain lahan tanam cabai di Indonesia sedikit, serta tidak adanya impor.
“Karena suppliernya sedikit, jadi harga ini cenderung naik. Untuk itu harga ini harus kita kendalikan, termasuk penanganan untuk menekan inflasi,” ungkapnya.
