“Kita juga melakukan upaya lain, seperti menambah titik layanan atau jemput bola di pabrik-pabrik, kecamatan, dan melalui samsat keliling,” pungkasnya.
Samsat Kudus juga melakukan kerjasama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Kudus untuk menyasar wajib pajak agar segera melakukan pembayaran PKB secara door to door.
Menurutnya, kerjasama dengan RAPI memberikan dampak yang cukup signifikan dalam peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Kudus.
“Sistemnya nanti RAPI menyampaikan surat pemberitahuan pajak dan lain sebagainya secara door to door kepada wajib pajak yang belum membayar, nanti ditanya terkait identitas kendaraan dan kapan kesanggupan membayar,” terangnya.
Disamping itu, juga tengah menyusun kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Sukatmo mengungkapkan, sebelumnya telah dicoba menjalin kerjasama dengan pemuda muhammadiyah di Kabupaten Kudus untuk mensukseskan pembayaran PKB. Namun, hasilnya dinilai kurang maksimal.
“Mungkin karena masih awal-awal, hasilnya memang kurang bagus. Karena menghadapi orang dengan berbagai karakter, itu memang susah,” ujarnya. ***
