Sukses Kabupaten Banyuwangi Beri Inspirasi bagi Reformasi Birokrasi di Kudus, Hadirkan Akademisi UB

Suasana diskusi tentang reformasi birokrasi a'la Banyuwangi yang digelar Pj Bupati Kudus Hasan Chabibie dan menghadirkan mantan konsultan kebijakan Bupati Banyuwangi Andy Kurniawan yang juga akademisi Universitas Brawijaya Malang, 14/7/24 (Foto: AS)

MALANG, ZONANEWS.ID — Kesuksesan pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah inovasi dan kolaborasi. Keduanya merupakan nafas bagi pemerintah daerah untuk mencapai berbagai target pembangunan.

Hal tersebut yang menginspirasi Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Hasan Chabibie, menggelar diskusi informal bertema “Reformasi Birokrasi” di ruang outdoor restoran Trimurti lantai 2 Hotel Grand Mercure Malang.

Acara ini menghadirkan Andy Kurniawan, S.AP., M.AP., seorang konsultan kebijakan publik yang juga Dosen dan Sekretaris Unit Laboratorium Kebijakan Publik & Perencanaan Pembangunan (LKP3) Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Bacaan Lainnya

Diskusi yang diselenggarakan sambil minum kopi ini diadakan sebagai pengisi waktu luang jelang istirahat malam, usai melakukan kegiatan studi tiru atas beberapa kegiatan perdagangan dan pasar tradisional di Kota Malang, Minggu 14 Juli 2024 malam.

Dalam acara tersebut, Hasan Chabibie menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan daya saing daerah. Ia juga menyoroti model inovatif pengembangan dari konsep pentahelix, yang menghubungkan akademisi, praktisi/bisnis, komunitas, pemerintah, dan media untuk menciptakan ekosistem berbasis kreativitas dan pengetahuan.

“Pemerintah berperan sebagai regulator, fasilitator, dan penyedia kebijakan yang mendukung inovasi dan pengembangan. Akademisi berperan dalam penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten,” ungkapnya.

Bisnis/Industri berperan dalam menciptakan peluang kerja, investasi, dan implementasi inovasi dalam praktik bisnis. Komunitas/Masyarakat berperan dalam memberikan dukungan sosial, budaya, dan kontribusi langsung dari warga untuk keberlanjutan program dan inisiatif.

“Sedangkan media berperan dalam menyebarkan informasi, edukasi publik, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya inovasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” tambahnya.

Dengan mengintegrasikan kelima komponen ini, konsep Pentahelix bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan modern. Kolaborasi yang baik antara kelima komponen tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk masalah-masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kami berharap konsep Pentahelix ini dapat menjadi solusi untuk pengembangan kreativitas pemerintahan yang ideal. Dengan menghubungkan berbagai pihak, kita dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Hasan Chabibie.