Andy Kurniawan, yang sebelumnya adalah konsultan kebijakan publik pada masa pemerintahan Abdullah Azwar Anas saat masih menjabat Bupati Banyuwangi, turut berbagi pengalaman. Ia dikenal sukses dalam mengembangkan aparatur pemerintahan daerah dan manajemen pengelolaan daerah. Pengalamannya ini dianggap sangat relevan dengan upaya yang sedang dilakukan di Kudus.
Pada kesempatan itu, Andy Kurniawan menjelaskan bahwa Banyuwangi berhasil melakukan banyak inovasi berkat reformasi birokrasi yang tepat.
“Birokrasi yang efisien dan responsif adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah,” katanya.
Ia berharap pengalaman yang pernah dilakukan oleh Bupati Banyuwangi yang kini telah diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dapat memberikan inspirasi bagi Kudus.
Diskusi yang berlangsung secara santai dalam format bincang-bincang ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, dan awak media. Mereka antusias berdiskusi dan memberikan masukan mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk memajukan Kudus.
Tema yang dibahas mencakup upaya city branding, pengembangan Kudus Techno Park, serta prospek pariwisata dan perdagangan di Kabupaten Kudus. Para peserta diskusi menyambut baik inisiatif ini dan berharap ada tindak lanjut konkret dari hasil diskusi tersebut.
Mereka optimis bahwa dengan reformasi birokrasi yang tepat, Kudus dapat berkembang menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.
“Pada waktu lalu kita semua pernah mengalami trauma saat ada penangkapan oleh KPK, namun saat ini kita semua patut optimis karena justru KPK memberikan penghargaan atas kinerja kita, meski hanya melalui simbolis yakni kepala Inspektorat Kudus,” katanya.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas. Para peserta sepakat bahwa sinergi antar pihak sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan.
Hasan Chabibie berkomitmen untuk terus mendorong reformasi birokrasi dan mengimplementasikan ide-ide yang telah dibahas dalam diskusi tersebut. “Dengan demikian, diharapkan Kudus dapat menjadi contoh sukses dalam penerapan reformasi birokrasi yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya. (***)
