Sementara di SMP 3 Dawe, Kepala Sekolah setempat, Etik Dwi Aprili Yanti menyebut bahwa pada hari kedua pembukaan pendaftaran sekolah sudah ada sebanyak 61 calon murid yang mendaftar. Jumlah ini naik dibanding tahun lalu.
“Tahun kemarin sekolah hanya dapat 61 murid,” katanya.
Jumlah murid yang mendaftar pun diperkirakan masih bisa bertambah. Mengingat bahwa masa pendaftaran sekolah secara luring akan berlangsung hingga 25 Juni 2026. Lalu, dilanjutkan dengan pengumuman pada 26 Juni 2026.
Pendaftaran luring sendiri dilakukan dengan cara calon murid datang langsung ke sekolah yang dituju untuk menyerahkan fotokopi dokumen persyaratan kepada panitia penerimaan murid baru di sekolah dengan menunjukkan dokumen asli.
Selain tiga sekolah sekolah tersebut, SMP 3 Kudus juga membuka SPMB secara offline, tetapi hanya untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO). Kelas khusus tersebut hanya akan menerima 32 siswa atau hanya satu kelas saja.
SPMB secara offline juga dapat dilaksanakan oleh sekolah yang belum terpenuhi daya tampungnya saat pelaksanaan secara online. Namun, harus mengajukan surat permohonan kepada Disdikpora.
