Soal Sepak Bola Putri dan Nilai Agama, Ini Kata Kemenag Kudus

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, Salma Munawwaroh. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Djarum Foundatin bersama Milklife menggandeng 50 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kudus dalam penyelenggaraan Milklife Coaching Clinic dan Milklife Soccer Challange.

Dua rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk memasalikan sepak bola putri dan membangkitkan semangat sekaligus kecintaan berolahraga yang dimulai dari grassroot. Termasuk dari kalangan siswi MI di Kudus.

Madrasah Ibtidaiyah yang merupakan salah satu lembaga pendidikan dengan basis Agama Islam, banyak menimbulkan perbincangan di kalangan masyarakat terkait olahraga sepak bola yang bersinggungan dengan nilai-nilai agama.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, Salma Munawwaroh mengatakan, olahraga sepak bola dan agama tidak ada pertentangan. Termasuk dalam Agama Islam.

Selama atlet tersebut masih menutup aurat dan masih melaksanakan salat pada waktunya, hal tersebut tidak dipermasalahkan dalam agama. Bahkan, tidak hanya di sepak bola saja, namun berlaku untuk cabang olahraga lainnya.

“Saya kira sepak bola dan agama itu tidak ada pertentangannya. Bahkan sekarang turnamen-turnamen seperti silat, karate, wushu, kita punya atlet banyak,” ujarnya.