“Kita sudah kasih barcode, jadi nanti kunjungan anak dan buku apa saja yang banyak diminati siswa bisa terpantau. Tanaman juga kita kasih barcode sebagai literasi siswa juga,” ujarnya.
Upaya ini dinilai memberikan dampak yang signifikan terhadap minat siswa dalam kegiatan literasi sekolah. Kunjungan di perpustakaan juga selalu ramai dan banyak siswa yang betah di untuk membaca perpustakaan.
Selain memaksimalkan perpustakaan sebagai media literasi siswa, Endang juga memfasilitasi pojok literasi yang ditempatkan di tiap sudut kelas. Setiap hari jumat, para siswa diberikan jam literasi dengan memanfaatkan buku-buku yang telah disediakan di masing-masing kelas.
“Jadi kalau anak mau pinjam buku di perpustakaan dan untuk dibaca di kelas juga bisa, karena kita sediakan tempat dan jam membaca setiap hari jumat,” terangnya.
Untuk diketahui, SMP 1 Gebog sendiri telah mendapatkan sertifikat Hasil Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Tahun 2022. Sekolah setempat berhasil mendapatkan Akreditasi A, bersama dengan 9 sekolah lainnya di Kabupaten Kudus. ***
