Sisihkan Penghasilan, IJTI Salurkan 15.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Demak

Anggota IJTI saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Demak. (Foto: Istimewa)

“Bakti sosial ini adalah wujud empati jurnalis terhadap kondisi masyarakat saat ini yang terdampak fenomena El Nino,” tutur Iwhan.

Krisis air bersih di Kabupaten Demak sendiri telah berlangsung cukup lama dan menjangkau sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, kekeringan telah terjadi sekitar dua bulan.

Kabid Darlog BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, mengatakan hingga saat ini terdapat 21 desa yang tersebar di delapan kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Total masyarakat yang terdampak mencapai 33.537 jiwa.

Bacaan Lainnya

“Saat ini sudah 21 desa yang terdampak kesulitan air bersih. Hal ini terjadi karena fasilitas Pamsimas dan sumur warga sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan harian,” jelas Suprapto.

Kondisi tersebut turut dirasakan warga Desa Ngaluran. Salah satunya Rodiah, yang mengaku kesulitan air bersih di wilayahnya telah berlangsung selama beberapa bulan.

Menurutnya, mengeringnya sumur membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air, terutama untuk memasak dan minum. Dalam kondisi tertentu, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air isi ulang.

“Senang sekali ada bantuan ini. Sudah tiga bulan di sini sulit air bersih, dan akhir-akhir ini makin parah. Biasanya kami terpaksa beli air galon isi ulang. Adanya bantuan ini tentu sangat meringankan beban kami,” kata Rodiah.

Penyaluran bantuan dari IJTI Korda Muria Raya tersebut juga menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang dilakukan bersama sejumlah pihak. Distribusi air bersih di Desa Ngaluran turut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodim 0716/Demak, dan BPBD Kabupaten Demak.

Secara keseluruhan, sebanyak delapan truk tangki dikerahkan dalam kegiatan tersebut dengan total distribusi mencapai 40.000 liter air bersih.

Melalui aksi patungan ini, IJTI Korda Muria Raya berharap semakin banyak pihak ikut tergerak membantu masyarakat yang masih menghadapi kesulitan air bersih.***