“Namun, kadang kan mereka juga manusia, kadang capek, jadinya terluap emosi yang berdampak pada pasien. Di sisi internal kami akan terus melakukan perbaikan, kami selalu sampaikan jangan sampai capek jadi alasan kita sampai bertindak tidak profesional,” tandasnya.
Pembinaan terhadap pelayanan sendiri dilakukan setiap tiga bulan sekali. Permasalahan yang berhubungan dengan pelayanan akan menjadi prioritas dari pihak rumah sakit. Bahkan untuk memaksimalkan itu, selalu dilakukan apel pagi.
“Apel pagi ini untuk mengingatkan juga sebagai pembinaan terhadap karyawan agar pelayanan rumah sakit yang baik adalah prioritas utama,” tandasnya.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmono Hadi, Edy Susanto menambahkan bahwa setiap petugas medis ditekankan untuk melakukan pelayanan yang ramah. Apabila terjadi komplain, maka akan ditindaklanjuti dengan segera.
“Teman-teman yang kurang ramah sudah dilakukan pembinaan, kalau audit ditemukan pelanggaran berat langsung SP. Kalau sudah ada SP bisa berdampak pada pemotongan insentif, ini yang selalu kita sampaikan,” tuturnya.
Tak hanya hukuman atau sanksi, RSUD Kudus juga akan memberikan reward atau penghargaan kepada karyawan yang bertugas dengan baik. Hal ini menjadi strategi agar setiap petugas medis melakukan tugasnya dengan baik. ***
