لتعريف بالمؤلف. اسمه ونسبه: هو محمد هاشم، بن أشعري، بن عبد الواحد، بن عبد الحليم الملقب بفاعيران بناوا، ابن عبد الرحمن الملقب بجاكا تيعكير سلطان هادي ويجایا، بن عبد الله، بن عبد العزيز، بن عبد الفتاح، بن مولانا إسحق والد رادين عين اليقين المشهور بسوتن كبري، التبوإيرنجي الجنباني
Artinya, “Mengenal Penulis kitab Adabul ‘Alim wal Mutaallim. Nama dan nasabnya: beliau adalah (1) Muhammad Hasyim bin (2) Asyari, bin (3) Abdul Wahid, bin (4) Abdul Halim yang bergelar Pangeran Benowo, bin (5) Abdurrahman yang berjulukan Joko Tingkir dan bergelar Sultan Hadiwijoyo, bin (6) Abdullah, bin (7) Abdul Aziz, bin (9) Abdul Fatah, bin (10) Maulana Ishaq ayahnya Raden Ainul Yaqin yang terkenal dengan gelar Sunan Giri, Tebuireng Jombang.
(Ishomuddin Hadziq, Tahqiq Adabul Alim wal Mutaallim, [Jombang, Maktabatut Turatsil Islami: 1415], halaman 3).
Bukan sembarang orang, Joko Tingkir yang memiliki nama lain Mas Karebet memiliki jalur nasab ke atas sampai kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri.
Sedangkan jalur nasab ke bawah sampai pada Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim dan Gus Dur. Tokoh-tokoh besar yang sangat dihormati oleh bangsa Indonesia.
Secara ringkas, Joko Tingkir adalah raja sekaligus pendiri kerajaan Pajang yang memerintah pada 1568 – 1582 dengan gelar Sultan Hadi Wijaya atau Adi Wijaya.
Jasa Joko Tingkir sangat besar dalam mendakwahkan Islam di bumi Nusantara. Hal yang sama juga dilakukan anak cucunya.
Usai mendapat kritik dari banyak pihak, pencipta Joko Tingkir Ngombe Dawet menyatakan telah merubah lirik lagu tersebut. ***
