Siaga Jelang Musim Hujan 2026, BPBD Kudus Perkuat Mitigasi di Lima Kecamatan Rawan Banjir

Banjir tahun 2025 di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

Hasil pemetaan ini menjadi salah satu dasar bagi petugas dalam menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih selama musim hujan.

Eko mengungkapkan, lima kecamatan yang menjadi perhatian terkait potensi banjir meliputi Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, dan Kaliwungu.

“Di sisi mitigasi, pemetaan wilayah rawan bencana telah dilakukan sebagai dasar menentukan langkah antisipasi. Pemetaan tersebut mencakup daerah yang berpotensi mengalami banjir, tanah longsor, maupun terdampak cuaca ekstrem,” bebernya.

Bacaan Lainnya

Keberadaan peta kerawanan tersebut diharapkan dapat membantu petugas dan relawan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Pemantauan kondisi lapangan juga menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah yang berpotensi terdampak.

BPBD Kudus menilai kesiapan sejak dini diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah. Sebab, dampak musim penghujan tidak hanya berupa genangan dan banjir, tetapi juga berpotensi memicu tanah longsor serta cuaca ekstrem.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada selama masa peralihan musim. Warga yang tinggal di kawasan rawan diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan dan perkembangan cuaca, terutama saat hujan deras berlangsung.

BPBD Kudus berharap seluruh persiapan yang dilakukan dapat mendukung penanganan bencana secara efektif sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

“Harapannya penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memicu banjir maupun longsor,” pungkas Eko.***