“Anak-anak yang mengalami stunting juga mendapat Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) secara gratis untuk mendukung pemulihan gizi mereka,” tambahnya.
Lalu, aktivitas yang dilakukan di Kedai Balita SI CANTIK juga mencakup edukasi bagi ibu balita, penyuluhan kesehatan, demonstrasi memasak menu sehat, dan pemeriksaan kesehatan balita secara berkala.
Respons positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kedai ini menjadi solusi yang efektif. Menu yang ditawarkan tidak hanya terjangkau dan cita rasa yang disukai anak-anak, tetapi juga mengandung gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita.
“Dengan semakin bertambahnya Kedai Balita SI CANTIK, kami optimis percepatan penanganan stunting dapat segera tercapai. Hal ini sejalan dengan visi untuk mewujudkan Kudus Bebas Stunting Menuju Generasi Emas 2045,” harapnya.
Diketahui, Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Kudus, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pola asuh yang belum optimal dalam hal pemberian makanan bergizi, terutama makanan yang kaya protein hewani.
Berdasarkan survei PT BESTI (Bebas Stunting Indonesia), hampir 90 persen ibu-ibu di Kabupaten Kudus bekerja, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam menyediakan makanan yang bergizi untuk anak-anak mereka. ***
