“Saat ini Shofa masih tergantung dengan alat bantu. Sudah lima hari ini belum ada perbedaan kondisi berarti. Kami terus memantau perkembangan kesehatannya,” ujar dr. Hakam.
Ia menambahkan, pemasangan selang baru telah dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan baik, sementara rencana operasi pengangkatan alat akan dilakukan oleh dokter spesialis saraf apabila kondisi infeksi sudah membaik.
“Kalau nanti tidak ada infeksi, rencananya akan diangkat oleh dokter saraf yang ada di RSUD Loekmono Hadi,” jelasnya.
dr. Hakam juga menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan Shofa sepenuhnya ditanggung BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan rumah sakit, tanpa ada tambahan beban bagi keluarga pasien, hingga kondisinya stabil.
Diketahui, Shofa Mohammad Kholil merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus yang sebelumnya terjatuh dari lantai rumahnya pada Minggu, 19 Oktober 2025, saat hendak diajak ayahnya salat berjamaah di masjid.
Akibat benturan keras di kepala, bocah malang itu mengalami koma dan hingga kini masih dalam pengawasan ketat tim medis RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. ***
