Sekitar pukul 18.50 WIB, api berhasil dipadamkan. Namun, di lokasi hanya ditemukan sebuah arit yang diduga milik korban. Pencarian terus dilakukan hingga menjelang tengah malam, tetapi hasilnya masih nihil.
“Pencarian malam hari melibatkan aparat, relawan, dan warga sekitar. Karena kondisi gelap dan korban belum ditemukan, operasi pencarian dilanjutkan kembali pada Kamis pagi,” kata Eko.
Pada Kamis sekitar pukul 08.20 WIB, tim gabungan kembali menyisir area kebun tebu dan persawahan. Dua puluh menit kemudian, korban ditemukan oleh keponakannya dalam kondisi tengkurap di sekitar lokasi kebakaran.
Kemudian keponakan korban memanggil anggota tim gabungan untuk membantu proses evakuasi korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan tim identifikasi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Gondosari bersama tim Inafis, korban mengalami luka bakar mencapai 100 persen. Dari hasil identifikasi juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Eko.
Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai dilakukan, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan dukungan berbagai unsur terkait.
Pencarian melibatkan personel dari BPBD Kudus, Polsek Gebog, Koramil Gebog, Pemerintah Desa Kedungsari, Pemerintah Kecamatan Gebog, Destana, CBP Kaliwungu, FRPB Kudus, Bagana NU Kudus, GRI Kudus, serta warga sekitar.
“Operasi pencarian kami nyatakan selesai setelah korban ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama kejadian,” pungkasnya.***
