PIhaknya berharap dengan terselenggaranya agenda kirab bisa semakin mempererat persaudaraan dan kesatuan.
“Sekaligus jadi contoh dan teladan bagi desa lainnya,” pungkas Syafi’i.
Selanjutnya, Ketua Panitia Kirab sekaligus Plt Sekdes Kaliwungu, Nurul Abidin menyampaikan, agenda buka luwur Haul Mbah Rogo Moyo sudah dimulai sejak 2 Agustus 2022. Sebelumnya, telah diadakan bazar, pentas seni, ziarah umum, selametan, serta santunan anak yatim, serta napak tilas.
“Lalu pada malam kamis pergantian luwur dihadiri seluruh warga dukuh, penyerahan kain ke pengur. Hampir sama seperti tahun kemarin, tapi kami ini ada tambahan 2 napak tilas ke Dukuh Proko dan Penjamasan,” paparnya.
Sementara untuk puncak acara dilangsungkan dengan kirab arak-arakan start dari masjid dan finish di lokasi Gebyok Mbah Rogo. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Kaliwungu, Disbudpar, dan masyarakat setempat.
“Selain itu, ada visualisasi peninggalan Mbah Rogo, ahli tukang Tumpang, miniatur Tumpang songo, hasil bumi, alat pertukangan, kreasi anak muda,” imbuhnya.
Peserta dalam agenda kirab haul Mbah Rogo Moyo sendiri mencapai 1830 peserta. Sedangkan nasi berkah yang disediakan untuk acara ini ada sejumlah 2000 bungkus.
Abidin berharap agenda tersebut menjadi upaya napak tilas untuk pembelajaran sejarah anak muda, supaya tahu sejarah perjalanan Joglo Tumpang Ten.***
