Kamal menyebut, untuk menu sajian sendiri telah ditentukan oleh ahli gizi di puskesmas setempat dengan melibatkan bidan desa. Sehingga, ketercukupan kandungan nutrisi dan gizi dalam makanan bisa terpenuhi.
“Karena PMT Lokal dari BOK ini harus sudah berbentuk makanan matang dan bukan cepat saji, jadi kita kerjasama dengan masyarakat yang dalam hal ini TP PKK Desa untuk kegiatan di lapangannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kamal mengungkapkan bahwa pemberian PMT akan dilakukan selama 90 hari atau 3 bulan, dan dilaksanakan secara bergilir untuk masing-masing desa. Lalu, para kader juga diwajibkan memantau pendistribusiannya.
Para kader yang bertugas, lanjut Kamal, juga dibebankan untuk memberikan edukasi kepada sasaran penerima PMT, agar makanan yang diberikan harus dimakan dan habis. Jangan sampai dimakan oleh orang lain.
“Jadi tugasnya tidak hanya masak saja, tapi kesinambungan. Jangan sampai sudah dimasakin malah ternyata yang makan bukan sasaran, itu nanti tidak tepat sasaran namanya,” tambahnya.
Untuk diketahui, pada menu sajian PMT yang disajikan oleh TP PKK Desa Tumpangkrasak pada hari ialah, berupa nasi bunga telang, capcay, sambal goreng tahu dan telur puyuh, serta jagung susu keju (jasuke). ***
