Dalam pelaksanaannya, sekolah memanfaatkan perangkat chromebook untuk mengajarkan berbagai materi seperti Microsoft Word, Excel, desain grafis melalui Canva, hingga pembuatan poster digital.
“Anak juga sangat antusias, jadinya itu yang membuat sekolah membuat ekstrakurikuler IT,” jelasnya.
Bahkan, siswa kelas V sudah mampu membuat poster menggunakan Canva secara mandiri, menunjukkan kemajuan keterampilan digital yang signifikan di usia sekolah dasar.
Tidak hanya untuk kelas atas, pengenalan teknologi juga dilakukan untuk siswa kelas I hingga III. Namun pendekatannya berbeda, yakni dilakukan secara interaktif sambil bermain di sela-sela kegiatan belajar.
Ini bertujuan untuk menumbuhkan minat sekaligus sebagai pembibitan awal bagi ajang kompetisi seperti Mapsi dan lomba lainnya.
Saat ini, jumlah siswa di SDN 2 Bulungcangkring tercatat sebanyak 23 anak. Untuk meningkatkan jumlah pendaftar, pihak sekolah melakukan berbagai upaya promosi, termasuk sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga.
Sutipah berharap melalui berbagai prestasi, termasuk pernah meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Kudus, SDN 2 Bulungcangkring semakin diminati oleh masyarakat pada penerimaan siswa baru tahun ini. (J05/A01)
