Pihaknya berharap, tema yang dihadirkan pada kegiatan kali ini bisa menjadikan para siswa lebih mencintai Kudus dan bisa lebih melestarikan budaya di Kota Kretek. Dirinya juga berharap siswa SD Cahaya Nur menjadi pelaku perubahan sosial yang bisa membawa perkembangan di Kabupaten Kudus.
“Anak-anak sangat luar biasa dalam kegiatan ini, bisa menciptakan inovasi baru bagi mereka. Dan antusias orangtua juga sangat bagus dalam mendukung putra-putri mereka untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Educational Project SD Cahaya Nur, Wahyu Indah menjelaskan, ada sebanyak 258 siswa yang terlibat dalam acara pameran pendidikan dan pentas seni kali ini. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan sehari dan terbuka untuk umum.
“Educational Project di SD Cahaya Nur ini sebenarnya sudah berjalan lama, setiap tahun pasti ada. Hanya karena pandemi kemarin 2 tahun kita laksanakan secara online. Kemudian di tahun ini sudah kembali normal dan kita laksanakan secara offline,” terangnya.
Pihaknya menyebut, ada dua tema yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni tema kearifan lokal dan kewirausahaan. Pelaksanaan kearifan lokal sendiri mengambil garis besar terkait budaya yang ada di Kudus. Tujuannya, agar anak bisa melestarikan dan mengenalkan Kudus bahkan sampai mancanegara.
“Kemudian, untuk tema kewirausahaan kita harapkan anak bisa menginovasi budaya yang ada di Kudus berkaitan dengan perkembangan ekonomi. Jadi budaya di Kudus kan masuk ke sektor pariwisata, harapannya anak bisa mengeluarkan ide yang kreatif,” paparnya. ***
