Sasar Lingkungan Sekolah, JPPA Antisipasi Maraknya Kasus Kekerasan Siber di Kudus

KUDUS, ZONANEWS.ID – Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus mengadakan sosialisasi pencegahan dan penangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan menyasar lingkungan sekolah.

Sosialisasi dari JPPA pada kali ini melibatkan guru bimbingan konseling (BK) dan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) jenjang SMP dan SMA di Kudus. Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG), Selasa, 3 September 2024.

Ketua JPPA Kabupaten Kudus, Noor Haniah menerangkan bahwa saat ini marak terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak yang disebabkan dari siber atau dunia maya. Mayoritas korbannya bahkan dari kalangan anak.

Bacaan Lainnya

“Jadi rasa keprihatinan kami terhadap kasus kekerasan, sehingga kita adakan edukasi dan sosialisasi ini,” katanya.

Pihaknya bahkan menemukan kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SD, karena dampak dari siber. Dimana, pelakunya justru dan teman sebayanya di sekolah.

“Karena mungkin orangtua dalam pengawasannya kurang, dia melihat video porno dan yang menjadi korban temannya, terjadi pelecehan seksual,” ungkapnya.

Sambung Haniah, kondisi tersebut yang kemudian membuatnya prihatin. Generasi anak bangsa yang seharusnya mendapat pendidikan di sekolah, justru menjadi korban bullying dari temannya. Hal itu pun patut untuk disoroti dengan serius.

“Jadi peran keluarga juga penting, karena pendidikan pertama kan di keluarga. Sekarang sosial media terbuka luas, siapapun bisa mengakses jadi perlu perhatian orangtua,” tuturnya.

Pihaknya juga menekankan kepada seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Kudus, agar menyoroti serius terkait kasus bullying yang masih marak terjadi. Sehingga, perempuan dan anak benar-benar terlindungi dimana pun mereka berada.

“Selain menyasar sekolah, kemarin juga sudah kita lakukan dengan menggandeng Kemenag yang mengurusi pondok pesantren agar menciptakan pesantren yang ramah anak. Lalu, juga dengan ibu-ibu PKK di Kecamatan Kaliwungu,” tambahnya.

Harapannya, usai dilakukannya sosialisasi kali ini, Kabupaten Kudus bisa menjadi daerah yang minim dengan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Baik itu di lingkungan sekolah, pondok pesantren, tempat bekerja, maupun masyarakat. ***