Sambut Hari Ibu, SDIT Al Islam Ramaikan dengan Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah

Pembina Yayasan Perguruan Al Islam, Setiabudi Wibowo saat melihat kreasi daur ulang sampah oleh wali murid di SDIT Al Islam. (MIA)

Lebih lanjut, Susi menyampaikan bahwa SDIT Al Islam telah menyandang Adiwiyata Kabupaten Kudus sejak 2013 lalu, kemudian menjadi Adiwiyata Provinsi pada 2014, dan Adiwiyata Nasional pada 2015.

“Nah menuju mandiri itu harus membina sepuluh sekolah dan syaratnya punya bank sampah. Dan kita juga punya program sedekah sampah setiap Sabtu, jadi yang bawa anak-anak sudah dipilah dari rumah, di sekolah disedekahkan,” terangnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Perguruan Al Islam, Setiabudi Wibowo yang hadir dalam lomba tersebut, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas pada wali murid dalam mengkreasikan produk daur ulang sampah.

Bacaan Lainnya

“Komite SDIT Al Islam ini sangat luar biasa, dan sebetulnya ini sudah digagas ibu-ibu komite sejak lama dan ini even tahunan yang merupakan event puncak di setiap tahun. Jadi semua ini hasil karya komite dibuat kerajinan,” katanya.

Melihat berbagai kreasi yang ditampilkan, Bowo, sapaan akrabnya, menilai bahwa produk hasil daur ulang sampah tersebut perlu untuk dikembangkan. Sehingga, ketika bisa layak jual bisa menambah pendaptan di sektor ekonomi.

“Nanti kalau dianggap bisa memenuhi unsur unsur ekonomi juga diproduksi secara massal dan di jual juga bagus sekali, bisa memanfaatkan bahan bahan tidak terpakai. Ini namanya satu konsep go green,” tandasnya. ***