Rujuk hingga 800 Pasien Kanker, RSUD Kudus Segera Siapkan Layanan Kemoterapi

(Tengah) Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Dokter Abdul Hakam. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Penyakit kanker menjadi salah satu kasus tinggi yang ditangani oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus. Sekiranya, ada sekira 800 pasien yang dirujuk RSUD Kudus ke RS Karyadi Semarang.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Dokter Abdul Hakam menyebut, pasien kanker banyak ditemukan di kalangan wanita. Terutama, pasien kanker payudara dan rahim. Sedangkan, pasien kanker laki-laki mayoritas adalah pasien usus besar.

“Rata-rata itu kanker payudara untuk yang perempuan, yang laki-laki kanker usus besar atau kolorektal,” ujar Dokter Hakam, Senin, 6 November 2023.

Bacaan Lainnya

Melihat cukup tingginya kasus pasien kanker tersebut, Dokter Hakam membeberkan telah merencanakan untuk membuat layanan kemoterapi. Hal ini dilakukan agar pasien tidak perlu lagi rujuk di rumah sakit lain.

Pengadaan layanan itu pun sudah diusulkan dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahn 2024. Adapun nominal yang dianggarkan untuk layanan kemoterapi ini sekira Rp 3 miliar.

“Tahun 2024 ada pelayanan kemoterapi itu untuk kasus kanker. Rencananya, pasien nanti tidak perlu rujuk. Kita punya SDM nya, kita harapkan bisa seperti rumah sakit lainnya. Nanti bermitra dengan RSUD Soewondo Pati,” tuturnya.

Saat ini, proses pengadaan layanan kemoterapi masih dalam usulan perencanaan APBD Tahun 2024. Diperkirakan, tahun depan akan dimulai dengan penyediaan ruangan beserta alat-alat kesehatannya.

“Kalau ruang kemoterapi nanti dimana, saat ini masih kita siapkan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dokter Hakam menyampaikan, kasus kanker sebenarnya termasuk dalam kategori penyakit idiopatik atau tidak diketahu secara pasti penyebabnya.

Namun, ada beberapa indikasi atau kemungkinan yang bisa menjadi faktor penyebab munculnya kanker. Misalnya, kanker payudara yang bisa terjadi karena ASI yang jarang atau enggan diberikan kepada anak.

“Kalau kanker pada umumnya, bisa saja terjadi karena banyak makan makanan yang mengandung micin, terus mentalitasnya juga. Tapi kanker itu idiopatik atau tidak diketahui penyebab pastinya,” tukasnya. ***