Kemudian, beberapa monumen yang menjadi ciri khas diupayakan agar tidak ubah. Seperti, aula di Taman Krida dan pepohonan yang tetap dipertahankan. Begitu pun, dengan tugu dan pepohonan yang ada di Taman Ria Colo.
“Mungkin nanti ada sentuhan khusus, karena disitu akan dibuat wahana petrmainan. Termasuk ada arena sepur mini yang di Taman Krida. Taman ria juga sama, dari investor kemarin ada paket wisata, karena yang menyewa dari Pijar Park,” terangnya.
Selain dua objek wisata tersebut, Halil mengungkapkan bahwa Museum Kretek dipertimbangkan pula untuk beralih tangan ke pengelolaan investor. Saat ini, pihaknya tengah menunggu hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
“Jadi nanti ada tiga (objek wisata) yang akan kita sewakan untuk peningkatan PAD,” imbuhnya.
Sedangkan untuk Portal Colo, Halil menyebut belum ada rencana untuk mengalihkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. Terlebih status tanah Terminal Colo yang milik Pemerintah Desa (Pemdes) Colo.
Graha Muria Colo yang berlokasi dekat dengan Taman Ria Colo juga masih dipertahankan pengelolannya. Hal ini mempertimbangkan masukan dari masyarakat yang khawatir apabila penginapan tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu.
“Nanti takutnya dibuat yang tidak benar, karena disitu kan lokasi religi, jangan sampai nanti kesan religi nya rusak gara gara hal yang tidak diinginkan,” tukasnya. ***
