“Terserah desa, di sini (gedung LKD) sudah ada Bumdes, kalau mau ada Koperasi Merah Putih yang silakan, nanti bisa dikolaborasikan,” ujar Bupati Sam’ani.
Lebih lanjut, pihaknya juga akan menindaklanjuti sejumlah masukan yang disampaikan pihak desa kepadanya. Baik itu mengenai pemanfaatan lahan persawahan hingga bantuan alsintan.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait dulu, urgensinya sepeti apa dan situasi serta kondisinya seperti apa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bulung Kulon, Ruslan menjelaskan bahwa gedung LKD dibangun pada tahun 2024. Menggunakan dana desa senilai kurang lebih Rp 860 juta, gedung dua lantai berukuran 12×18 meter selesai dibangun tahun itu juga.
“Sebelumnya itu banyak lembaga yang selalu nimbrung di kantor (Balai Desa), lalu kami punya inisiatif membangun gedung lembaga kemasyarakatan desa,” ungkapnya.
Dirinya berharap, gedung LKD bisa bermanfaat dalam mendukung pembangunan desa. Kades akan terus mendorong serta memberi semangat pada lembaga-lembaga untuk terus maju dan bermanfaat bagi masyarakat.***
