Widhoro menjelaskan, pemindahan mesin pompa tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kelistrikan. Dengan posisi mesin yang lebih aman dari air, risiko korsleting akibat genangan di sekitar area mesin dapat diminimalkan.
Proyek rehabilitasi ini memiliki durasi pengerjaan selama 60 hari kalender dan telah dimulai sejak 4 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan Disdikpora, pelaksanaan pekerjaan hingga Senin, 31 Agustus 2026, menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan bahkan mencatatkan deviasi positif dibandingkan target yang telah ditetapkan.
“Saat ini progresnya sudah mencapai kisaran 49 hingga 50 persen. Ada deviasi positif sekitar 0,7 persen dari target berkala. Kami optimistis seluruh pekerjaan akan rampung tepat waktu pada awal Oktober mendatang,” jelas Widhoro.
Sementara itu, Perwakilan Penyedia Jasa CV Disya Utama Karya, Nanang Wahyudi, menyampaikan bahwa pengerjaan dilakukan dengan membagi tenaga kerja berdasarkan bagian pekerjaan.
Sebanyak tujuh pekerja diterjunkan untuk pengerjaan lantai kolam, sedangkan lima pekerja menangani bagian atap. Jumlah tenaga pada pekerjaan lantai juga ditambah dari sebelumnya empat orang menjadi tujuh orang untuk mempercepat penyelesaian.
“Kami optimis pekerjaan ini rampung sesuai target karena pekerjaan pompa sudah berjalan di awal. Minggu ini tinggal pemasangan instalasi perpipaan, dan pengecatan tembok pintu masuk,” pungkas Nanang. ***
