Usai mimbar bebas, peserta mengikuti diskusi bersama Wakil Dekan I Fakultas Syariah, H. Nur Aris.
Diskusi tersebut mengangkat makna refleksi sejarah dan kaitannya dengan kehidupan mahasiswa, terutama dalam membangun nilai kemanusiaan, keadilan, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Pembahasan dalam diskusi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan catatan sejarah dengan realitas kehidupan saat ini.
Melalui forum tersebut, peserta diajak melihat bahwa pemahaman terhadap sejarah dapat menjadi landasan untuk membangun sikap kritis sekaligus mendorong kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat terhadap para korban dari berbagai peristiwa sejarah yang menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa.
Melalui Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus berupaya menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk merawat ingatan sejarah melalui ekspresi seni, penyampaian pendapat, diskusi, dan refleksi bersama.
Pesan “Mengingat Adalah Melawan” serta “Suara Ini Tidak Akan Pernah Padam” menjadi penutup sekaligus penegasan bahwa sejarah dapat terus dipelajari untuk membangun kesadaran terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.
